<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=10150882&amp;blogName=Al+Jayuzi&#39;s+Family&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://aljayuzi.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://aljayuzi.blogspot.com/&amp;vt=-4504641216616826092" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

14.5.05

Sok Culture Shock

aljayuzi, bunda, norwichSabtu yang cerah. Badan segar habis main badminton dan freesbee (olahraga lempar2an piring sih sebetulnya). Lalu sore ini dolan ke rumah baru Pa Un. Sejak istri (yang asli) datang, Pa Un mengontrak rumah di luar kampus. Gak jauh, namanya kawasan Colney. Kawasan baru, makanya rumahnya pun baru. Dan luas. Cuma, kalau mau kesana, kudu dua kali naik bis. Dari kampus ke rumah sakit, lalu dari Rumah Sakit ganti bus yang lewat Colney. Ribet, kata Bungsu. Lagian, mumpung udara cerah, kami memilih jalan kaki.

Meski masih dalam hitungan lingkungan kampus, tapi pergi kesana seperti pergi ke sebuah desa. Selepas kampus, melewati kali, lalu lapangan luas yang dihuni biri-biri dan kuda. Di kejauhan tampak deretan rumah-rumah. Meski jalanan tergolong sepi, ada trotoar luas tanpa PKL.

aljayuzi, norwich, alexKami memasuki rumah Pa Un dengan perlahan dan hormat. Bukan apa-apa, Pa Un ini mengontrak lantai satu milik doktor asal Korea. Istilahnya kawan kami itu penumpang. Oho.. ditunggu tuan rumah tak kelihatan. Bu Un yang buka rahasia, tuan rumah sedang ke London, makanya Pa Un buru-buru ngundang tadi pagi. Owalaaah. Maka, sofa yang sedari awal menganggur pun langsung ditiduri. Tipi besar urung ditonton, karena ada yang eksyaiting mencet-mencet tombol mencari channel. Ada yang maen bola di taman belakang. Norak-e poll. Jayus!

Meski agak dingin, pulangnya tetap jalan kaki. Lewat lapangan kosong tanpa rasa takut. Ada untungnya susah nyetop angkot sembarangan. Jadinya jalan kaki, menjadi terbiasa. Nanti setelah pulang, apa masih mau jalan kaki ya. Ah, sok gegar budaya.

4 Comments:

Blogger loper said...

Emang disono ada angkot?? yang bisa berhenti mendadak dan bikin sepeda motor "misuh²?"

8:33 AM  
Anonymous Anonymous said...

Looking for information and found it at this great site...
renault scenic exhaust systems face lift cream 2006 canadian military hockey nationals Football square Football live football Don't trip trina Hockey skating drills jogging stroller Football shifts personalized license plate frames tiger cats football schedule http://www.street-hockey.info/Nike_football.html Casinos carribean

1:30 AM  
Anonymous Anonymous said...

I have been looking for sites like this for a long time. Thank you! »

5:07 PM  
Anonymous Anonymous said...

best regards, nice info »

11:47 PM  

Post a Comment

<< Home