Cumi Cumi Camoe Camoe
London berarti warung. Ke London tanpa ke China Town, belanja sayur mayur dan bumbu-bumbu, seperti lalap kurang sambel. Hampa. Begitulah, kepergian Bunda, Tante Jender, dan Bungsu ke London pun, berarti menambah deposit cabe, bawang, sambel oelek, dan ikan teri. Sebagai anak pantai Buton, Tante Jender berteriak heboh, demi melihat tumpukan cumi-cumi segar. Langsung, tanpa melihat harga, ia memesan 1 kilogram. Sekali lagi, s.a.t.u kilogram.
Sore itu, cumi-cumi itu diangkut dari Norfolk Terrace ke Gloucester. Karena malam nanti, ada acara tipi yang mau ditonton. Maklum, cuma babe Gloucester yang punya tipi hi..hi.. Little Ant&Dec akan mewawancarai PM Tony Blair. Minggu lalu, David Beckham dibuat kikuk oleh dua anak kecil itu. Situs BBC menulis: Blair grilled by Little Ant & Dec. Alamak, seram kali.


Tadinya cumi-cumi itu pun mau kami jadikan seperti Blair, dipanggang. Tapi, kata Tante Jender, ini kurang besar untuk dibakar. Maka cumi itu pun ditumis, dibumbui asem pedes. Mengingatkan rasa di Restoran Manado, Chamoe-Chamoe di SCBD, Jakarta sana. Sejenak essay yang deadline-nya semakin dekat, terlupakan. Pa Un, lagi-lagi tak terangkut, karena silent operation (baca: HP pada posisi silent, dan nirpulsa untuk membalas misscall). Sementara Kak Yiya, kecapekan sehabis tekawe. Cuma cumi-cumi, tapi nikmat tiada terperi.

1 Comments:
kapan lagi yah beh acara cumi2 camu2??? anggota kelu yg laen ga sempet ngerasain nih...
Post a Comment
<< Home