Road to Birmingham

Taufik Hidayat, we're coming. Begitulah keluarga Al-Jayuzi menyambut pesta bulutangkis All England. Yel-yel dilatih, bendera disiapkan, tiket dipesan, mobil disewa. Pokoknya, Birmingham kami datang. Sambutlah kemeriahan anak-anak Norwich.
Segala persiapan sudah matang. Sampai-sampai untuk menciptakan kenyamanan selama berkendara 3 jam, Pa Un yang sekolah lingkungan, mengeluarkan Environment Policy, dengan menerapkan Poluters Pay. Maksudnya, siapa yang mengeluarkan bau-bauan berupa gas beracun didenda 1 Pound.
Lalu 002, yang sekolah hukum segera menyiapkan draft, agar tidak ada yang mangkir dari perjanjian. Bunda dan 001, dipesan agar tidak menyediakan menu telor dan kacang-kacangan, agar tidak ada motivator bagi si angin keluar.
Tapi itu dulu. Sejak kemarin kemuraman melanda. Begitu tahu Taufik Hidayat, satu-satunya tunggal putra Indonesia tidak jadi ikut. Mau tak berangkat, tiket seharga 19 Pound (kl Rp 325 ribu) sudah ditangan. Hu..hu.. bisa dapat 2 sepatu clark tuh. Mau nyorakin siapa dong disana ntar. Masak dukung Peter Gade. Wah, kebayang nih yang gak bisa menahan angin. Sudah kena denda, di B'Ham gak dapat apa-apa. Tak ada Indonesia Raya, sepertinya disana. Semoga ganda putra, putri, campuran bisa mengobat duka.

0 Comments:
Post a Comment
<< Home