<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=10150882&amp;blogName=Al+Jayuzi&#39;s+Family&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=BLUE&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http://aljayuzi.blogspot.com/search&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http://aljayuzi.blogspot.com/&amp;vt=-4504641216616826092" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>

31.3.05

Essay Membawa Nikmat

Es apa yang bisa bikin panas dan dingin?
Essaaaayyyyy...... (jayus!)
Lawakan jayus bin cupu ini memang udah gak laku. Bahkan di kalangan pelawak debutan sekalipun. Tapi tak apa. Sebab essay lagi trend di keluarga Al Jayuzi. Terutama menimpa Bunda, Tante Jender, dan Pa Un. Jadilah libur easter ini membuat mereka berkutat dengan buku dan komputer.
Essay sudah tentu bikin stress juga. Tapi justru disinilah nikmatnya. Stressnya Bunda bikin dia kreatif di dunia perdapuran. Tau-tau udah nelpon aja: "Kesini, Bunda masak nih". Asyik, lepas sejenak dari rantai makanan jaffa cake, Indomie, dan corn flakes. Swuuuzzz... tiba di Gloucester. Bunda lagi masak gulai asam ikan salmon, ayam panggang, dan cap cay. Eh, kan ada Kenny-nya 002. Panggil sekalian. Dia baru datang dari Jakarta. Bawa teh kotak dan Gudang Garam pula. Pas.
Malamnya, sehabis tekawe di rumah sakit, 002 dan Kak Yiya pun bergabung. Pa Un, seperti biasa. Sebagai pakar lingkungan, ia sedang memasyarakatkan "hidup tanpa pulsa". Maka tak bisa dihubungi dan tak bisa menghubungi. Nasibmu lah Pa Un. Dasar keluarga pemakan, semua makanan tuntas..tas tiada berbekas bikin yang masak berhati puas.



Hari lain, giliran Tante Jender yang stress. Ada bedanya. Selain memasak, tante ini melampiaskan stressnya dengan main badminton. Abis berkeringat, dihidangkan ikan salmon bakar sambal colo-colo, es krim. Mantabbbb...
Sekarang giliran Kenny yang stress. Mau cerita apa dia nanti pas pulang ke Jakarta, kalau teman-temannya nanya: makan apa saja di Norwich? Harusnya biar keren kan, jawabnya steak, fish and chips. Lha, disini malah disajikan sayur asem, ikan bakar, nasi goreng ikan asin, sambel terasi, colo-colo Makasar, indomie. Kerongkongan Indonesia memang moiii... Tambuah ciek...
Kisah si Bungsu

0 Comments:

Post a Comment

<< Home