
Apa-apa mahal. Gerutuan itu wajar menimpa anak kost. Apalagi yang sekolah di Inggris, negeri termahal di dunia (paling tidak dilihat dari nilai tukar Pound terhadap rupiah). Tapi bukan anak kost dong, kalo tak pintar bersiasat. Agaknya, negeri ini pun maklum dengan keserbamahalan ini. Makanya ia menyediakan banyak peluang, bagi yang jitu bersiasat. Salah satunya: kartu.
Maka lihatlah dompet mahasiswa Indonesia. Pelbagai macam kartu menyesak disana. Mulai dari kartu mahasiswa, kartu kredit, kartu telepon, kartu bus, kartu "Rail Card", dan eits.. jangan lupa, kartu diskon.
Mari kita telisik satu persatu:
Kartu Mahasiswa:
Kartu ini diperoleh pada hari pertama mendaftar. Bawalah pasfoto sendiri, untuk menghindari gambar jelek di kartu. Sebab petugasnya tidak akan memberi waktu untuk menyeka wajah sekalipun, sebelum dipotret ditempat. Kartu inilah pembuka segala jalan. Masuk librari, sportspark, asrama, juga untuk memperoleh kartu kredit, kartu bus, kartu KA.
Kartu Kredit:
Ini simbol pemborosan. Tapi kudu diminta, sebab banyak gunanya. Apalagi disini, banyak belanja online. Dan 1 pound juga dilayani. Seperti membeli tiket bus funfare Norwich-London yang kalo mujur dapat 1 Pound. Atau membeli barang lelangan di ebay. Juga membeli buku di toko online macam amazon.
Kartu Bus Tahunan:
Ini masuk kategori wajib beli. Cuma 120 Pound per tahun. Artinya, sehari hanya 33 pence. Sementara ongkos bus paling dekat 60 pence. Jangan pikir, kalau tinggal di kampus tidak perlu ini. Sebab bus bukan hanya transport rumah-kampus-rumah. Kampus ke Morison (supermarket lengkap dan murah) saja, 2.8 Pound pergi pulang. Belum lagi kalau mau ke city, atau anjangsana ke rumah teman. Apalagi, kalau ada niat bekerja sambilan diluar kampus.
Kartu Railcard:
Ini kartu optional. Hanya kalau suka bepergian dengan kereta api. Tapi kalau dihitung secara ekonomis, tak ada salahnya beli. Setahun hanya bayar 20 Pound. Setiap beli tiket, diskon 30 persen.
Kartu Telepon:
Ini kartu canggih. Bikin keluarga di Indonesia merasa kita orang kaya, karena menelpon berjam-jam. Ini kalo dibanding dengan biaya menelpon SLI dari Indonesia kesini. Ada banyak varian kartu telepon. Sebutlah saver, Golden Minute, Golden Monkey. Kartu ini bisa dibeli online, 15 Pound untuk kartu senilai 25 Pound. Tapi kalau belinya di China Town, London, cuma 12.5 Pound. Kok bisa lebih murah, tanya aja itung2annya sama Liem Sie Liong ya. Jumlah menit sambungan dengan 25 Pound ini, ke Jakarta 1200 menit, luar Jakarta 300 menit (5 jam).
Kartu Henpon:
Sama dengan di Indonesia, kartu untuk henpon ada 2 macam. Pra bayar (pay as you go), dan pasca bayar (contract). Sistem kontrak ini lebih menguntungkan. Pertama dapat henpon, lalu hitungan per pulsanya lebih murah. Jangan takut boros, karena sistemnya beda dengan pasca bayar Indonesia yang bisa kebablasan. Disini, sewaktu tanda tangan kontrak sudah diatur jumlah menit dan jumlah pulsa yang diperoleh selama sebulan. Misal, pilih 15 Pound/bulan, free minute 200, free pulsa 50. Mengggunakan lebih dari free, ya bayar dong. Jangan buru2, pelajari dulu offer (atas nama persaingan, terkadang ada diskon yang masuk akal). Pelajari pula kelebihan masing-masing provider dari anak yang sudah lebih dulu pakai. Seperti apakah bisa sms dan terima sms dari Indonesia.
Kartu Diskon:
Banyak toko yang menyediakan kartu diskon ini. Pilih saja secara jeli. Kalo gratis, tanpa ikatan, apa salahnya.
Selain karena pertolongan kartu, harga murah juga bisa diperoleh dengan memesan jauh di awal. Ini berlaku bagi transportasi. Kalau mau bepergian ke luar kota, tidak terburu-buru, sebaiknya pesan jauh-jauh hari. Dan inga..inga.. membeli secara return (pulang pergi) tidak berbeda jauh dengan sekali jalan (single). London-Oxford contohnya, single 11 Pound, return hanya 12 Pound.
Maka siap-siaplah membawa dompet yang bayak selipannya. Biar kartu-kartu mudah, murah, meriah itu selalu terbawa dengan mudah.